Jenis Tanaman Puring dan Perawatannya

jenis tanaman puring koin merah

Jenis Tanaman Puring – Kroton atau puring yang dalam bahasa ilmiah dinamakan codiaeum variegatum merupakan salah satu tanaman hias yang banyak digemari oleh masyarakat karena mempunyai bentuk dan warna daun yang beraneka macam.

Mulai dari bentuk daun oval, bergelombang, memanjang, bulat, trisula, bahkan ada yang terputus-putus seperti anting, dan masih banyak lagi. Untuk warna daun pun bervariasi mulai dari hijau, kuning, jingga, merah, ungu, merah muda, dan lain-lain. Adapun macam corak warna daun puring ada yang berbintik-bintik, berserakan, belang, merah di tepi (lipstik).

jenis tanaman puring
jenis tanaman puring worten

Keanekaragaman jenis puring kebanyakan memang alami dan juga hasil persilangan. Dari hasil persilangan akan muncul jenis baru dan tentunya akan ada nama baru, kebanyakan dalam penamaan akan simpang siur di tiap daerah.

Di pulau Jawa akan banyak ditemui tanaman ini tumbuh di area pemakaman. Tak heran sebagian masyarakat menganggap tanaman puring itu menyeramkan. Puring banyak tumbuh didaerah yang beriklim tropis dan subtropis.

Perkembang biakan tanaman puring yaitu melalui vegetatif dan generatif. Petani tanaman hias banyak membudidayakan tanaman puring dengan cara perbanyak melalui stek batang. Untuk perbanyak jenis baru yang masih tergolong koleksi biasanya akan dilakukan penyambungan untuk mempercepat pertumbuhan puring jenis baru tersebut.

Berikut adalah contoh-contoh jenis tanaman puring :

1.Puring kura-kura

2.Puring worten

3.Puring oscar

4.Puring apel mawar

5.Puring apel telor

6.Puring jet

7.Puring koin merah

8.Puring centong

9.Puring Susu

10.Puring anggur

11.Puring apel washington

12.Puring rambut api

Selain sebagai tanaman penghias kebun, halaman, dan teras rumah puring mampu menyerap unsur timbal yang bertebaran di udara. Dengan begitu bila kita menanam puring akan membantu mengurangi polusi udara di sekitar kita.

jenis tanaman puring koin merah
jenis tanaman puring koin merah

Adapun tanaman puring sebagai obat herbal:

-Obat sakit perut anak: petik daun puring yang masih muda dan segar, haluskan dengan tambahkan sedikit air sampai halus. Kita balurkan ramuan tersebut pada perut sang anak yang sedang sakit.

-Sulit berkeringat: Minum air hasil rebusan daun puring dalam jumlah secukupnya secara rutin.

-Sebagai obat sakit sipilis: Takaran dengan berat 15 gram, direbus bersamaan dengan 5 gelas air dengan waktu kisaran 15 menit. Kemudian disaring dan ditambahkan gula merah 10 gram. Aduk hingga merata diminum 3 kali sehari.

-Penyakit saluran kencing anak, sembelit kejang dilambung, kehilangan selera: minum air hasil rebusan kulit batang serta akar puring dalam porsi yang secukupnya.

-Perut mulas: akar puring dan daun sesuru 3 lembar, ditumbuk bersamaan sampai halus, tambahkan air sedikit saja, kemudian disaring. Ramuan siap untuk diminum. Kemungkinan sedikit efek samping yang akan dirasakan adalah diare tapi hanya sementara namun rasa mulas pada perut akan sembuh.

Untuk cara perawatan puring, tanama puring lebih menyukai tempat yang terkena cahaya penuh. Mendapat penyinaran cahaya yang cukup akan membuat warna daun lebih optimal. Kekurangan cahaya akan berdampak pada warna tertentu kurang atau bahkan tidak muncul. Namun ada beberapa jenis tanaman puring yang justru akan menampilkan warna pada daun yang mempesona manakala tumbuh di area agak teduh atau terkena cahaya matahari yang hanya pada pagi hari.

Cahaya juga mempengaruhi bentuk dan ukuran dau. Cahaya matahari yang berlebih akan cenderung membuat ukuran daun sedikit lebih mengecil, begitu juga sebaliknya cahaya matahari yang kurang akan cenderung membuat ukuran daun membesar.

Tempat menanam puring yang paling ideal ialah dibawah naungan paranet dengan intensitas cahaya 70%.

Media tanama yang bisa digunakan untuk menanam puring dalam pot berupa:

1.Tanah dan humus daun dengan perbandingan 1:1

2.Tanah dan sekam dengan perbandingan 2:1

3.Sekam dan humus daun dengan perbandingan 2:1

4.Sekam bakar, cocopeat, dan pasir dengan perbandingan 3:1:1

Media tanam tersebut bisa ditambahkan dengan sedikit pupuk dari kotoran hewan yang sudah terurai bisa juga dengan pupuk organik.

Perlu dilakukan penyiraman secara rutin untuk menjaga supaya media tanam tersebut tidak melampaui kering. Tanaman yang ditaruh diluar ruangan dilakukan penyiraman setidaknya 2 kali sehari, terutama saat musim kemarau.Waktu penyiraman lebih baik dilakukan saat pagi atau sore hari. Penyiraman pada siang hari bisa membuat daun yang tersiram air jadi rusak.

Media tanam yang mengalami kekeringan bisa ditandai dengan daun tanaman puring terkulai layu. Apabila kekeringan telah melewati batas waktu tertentu akan berakibat mati pada tanaman tersebut.

Penyiraman tanaman yang di pot dengan ukuran kecil bisa dengan menggunakan sprayer.

Untuk pemupukan, tanaman puring tidak perlu banyak pupuk. Tetapi sesekali perlu dilakukan pemupukan terutama yang ditanam di pot supaya tanaman tersebut tumbuh baik. Berbagai macam jenis pupuk bisa kita gunakan, dan selang waktu pemupukan juga perlu diperhatikan. Jenis pupuk yang lambat urai misalnya, bisa diberikan setiap 6 bulan sekali, pupuk NPK bisa diberikan 2 bulan sekali. Pupuk daun dapat disenprotkan setiap 2-3 minggu sekali. Pupuk dari kotoran kambing yang sudah difermentasi bisa diberikan setiap 2 bulan sekali.

Berlebihan dalam pemupukan perlu untuk dihindari sebab dapat membuat warna pada daun puring memudar, juga akan mempengaruhi pertumbuhan akar.

Ukuran tanaman yang sudah tidak proporsional dengan ukuran pot juga akar tanaman sudah menyebul, pertanda akar puring sudah memenuhi pot. Maka tanaman puring perlu ditanam pada pot yang berukuran lebih besar. Selain itu tanaman yang sudah besar dan tentunya tambah rimbun apabila tetap dibiarkan pada pot kecil akan mudah roboh bila tertiup angin.

Bila kondisi daun layu atau rusak sebaiknya lekas kita potong supaya tidak mengurangi tampilan keindahannya. Pemotongan menggunakan tangan telanjang dengan cara dipetik pangkal daun yang menempel pada batang tanaman.

Debu yang dibiarkan menempel pada daun terlalu lama akan mengurangi tampilan karena terkesan kotor. Selain itu juga akan mengganggu proses fotosintesis tanaman puring. Perlu dibersihkan menggunakan sprayer , atau juga bisa dengan diseka memakai kain lembut yang dibasahi air lalu diperas.